Selasa, 02 April 2013

konsepsi ilmu budaya dasar

Pengertian Kesusantraan
Secara morfologis kata kesusastraan, yang lebih sering hanya disebut sastra, dapat diuraikan atas konfiks ke-an yang berarti ‘semua yang berkaitan dengan prefiks su ‘baik, indah, berguna’ dan bentuk dasar sastra yang berarti ‘kata, tulisan, ilmu’.Jadi, menurut uraian di atas kesusastraan adalah semua yang berkaitan dengan tulisan yang indah. Sedang menurut arti istilah, kesusastraan atau sastra ialah cabang seni yang menggunakan bahasa sebagai medium.
Pengertian Imu Budaya
Ilmu Budaya dasar mengajarkan pembelajaran mengenai konsep-konsep kehidupan dan budaya manusia , sedangkan kesusastraan adalah penguraian atas konflik yang digunakan untuk mencapai suatu hasil yang dikatakan bahwa keindahan atau nilai estetis suatu cipta sastra timbul karena adanya keserasian, kesepadanan, atau keharmonisan antara isi.jadi intinya kesusastraan membuat pencerahan atas konflik mengenai konsep konsep kehidupan dan budaya manusia dengan membawa nilai estetis yang baik dan menimbulkan keserasian bersama.Namun Ilmu Budaya Dasar (yang dahulu di sebut sebagai Basic Humanities) berasal dari bahasa latin yang di sebut dengan “humanus”, yang memiliki arti manusiawi, berbudaya, dan halus. Pada umumnya, humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya (sejarah, sastra, dll), maka dari itu humanities menjadi ilmu kemanusiaan dan kebudayaan.
Ilmu yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan, pengertian tersebut adalah pengertian ilmu budaya dasar secara sederhana.Pengertian Ilmu Budaya Dasar secara luas yang dimana ilmu pengetahuan yang sudah mempelajari segala tentang budaya dan ilmu budaya dasar berperan penting dalam suatu masyarakat yang dimana dapat mengembangkan kepribadian kita serta wawasan kita mengenai budaya,seperti aspek kesenian adat istiadat,bahasa suatu bangsa untung lebih mengenal budaya yang ada dalam bangsa . ketika seseorang yang memiliki ilmu budaya dasar,mengerti untuk bisa mengembangkan kepribadian kita serta wawasan kita mengenai budaya atau apapun ilmu yang berguna bagi kita ,dan dengan ditambahkan norma norma kesusastraan yaitu keindahan dan keserasian, maka hasilnya akan jauh berbeda. pembaca buku atau artikel nantinya akan menghayati cipta karya yang ada, dan belajar sesuatu yang bermanfaat dari cipta karya orang lain.

Hubungan antara kesusastraan dan ilmu budaya
Dari dua pengertian diatas yaitu pengertian singkat mengenai kesusastraan dan Ilmu budaya dasar kita bisa menyimpulkan bersama sama , jika ilmu budaya dasar berhubungan dengan kesusastraan ilmu budaya dasar menjadi kosepsi dalam kesusastraan . mengapa demikian ?
Contoh kasus terhadap masalah ini adalah ketika seseorang membuat karya yang dapat membuat orang lain semangat atau terbawa oleh ajakan yang disampaikan si pembuat karya kepada pelihat hasil karyanya. misalnya ketika seseorang membuat buku atau artikel singkat, jika didalamnya hanya tersirat hal-hal yang biasa pasti orang-orang yang melihat juga mudah bosan bahkan menganggap karyanya biasa
Selain memiliki hubungan dengan bahasa, budaya juga memiliki hubungan dengan prosa. Prosa, yang termasuk dalam sastra, terkadang disebut-sebut sebagai narrative fiction, prose fiction, atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia, sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan di definisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.

Dalam kesusastraan, kita mengenal prosa lama dan baru, yakni:

Contoh-contoh prosa lama a.Dongeng
b. Hikayat
c. Sejarah
d. Epos
Cerita pelipur lara
Prosa baru meliputi:
a. Cerita pendek
b. Roman
c. Biografi
d. Kisah
e. Otobiografi

Dalam keberadaanya, prosa memiliki beberapa nilai-niali yang dapat diperoleh, yakni:
Prosa fiksi dapat memberikan kesenangan atau memberikan hiburan bagi pembacanya, dapat mengembangkan imajinasi dalam mengenal karakter tokoh ataupun daerah
Prosa fiksi dapat memberikan informasi yang belum tentu terdapat pada ensiklopedia.
Prosa fiksi memberikan nilai-nilai kultural atau kebudayaan
Berdasarkan informasi-informasi yang ada, budaya dengan sastra adalah hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena memiliki ketergantungan satu sama lain. Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam bahasa. Sebaliknya, ada juga yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan cara berpikir manusia atau penutur bahasa. Masinambouw mengatakan bahwa bahasa (sastra) dan kebudayaan merupakan dua system yang melekat pada manusia. Jika kebudayaan adalah system yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka bahasa (sastra) adalah suatu system yang berfungsi sebagai sarana berlangsunganya suatu interaksi.
*Sumber
http://wordpress.com/2011/04/18/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/

manusia dan kebudayaan

Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
Penganut kebudayaan,
Pembawa kebudayaan,
Manipulator kebudayaan, dan
Pencipta kebudayaan.

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan atau seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi lebih indah.

Manusia dan keindahan atau seni memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan.

Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.

Manusia Sebagai Pencipta Dan Pengguna Kebudayaan

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di bumi ini. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.

Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai:
Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
Pembeda manusia dan binatang
Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
Sebagai modal dasar pembangunan.

Sumber :

http://siddiqymanusiadankebudayaan.blogspot.com/

http://bukittingginews.com/2010/10/makalah-manusia-dan-kebudayaan/

ISD sebagai salah satu MKDU

Pengertian
Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social seperti : sejarah,ekonomi, geografi, sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Tujuan
Sebagai salah satu dari mata kuliah dasar umum. Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada di dalam masyarakat.
b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
c. Menyadari setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner.
d. Memahami jalan pikiran para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Sosial dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan sosial(IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
Persamaan ISD dan IPS yaitu :
a. Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan.
b. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah sosial.
Perbedaan ISD dan IPS yaitu :
a. Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruaan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
b. Ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan ilmu pengetahuan sosial dasar merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran(untuk sekolah lanjutan).
c. Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan 3 golongan :
1. kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu.
2. konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
3. masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan social yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.
Berdasarkan bahan kajian seperti yang disebut diatas, dapat dijabarkan leih lanjut ke dalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan, untuk dapat di operasionalkan.
Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 Pokok Bahasan, dari kedelapan pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
4. Masalah hubungan warga Negara dan Negara
5. Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
7. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan Integrasi
8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

SUMBER : http://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/

Jumat, 28 Desember 2012

PEMUDA DAN SOSIALISASI

PEMUDA 

Pemuda merupakan generasi bangsa yang harus diperhatikan perkembangan kehidupannya agar kelak dapat menjadi remaja/pemuda yang berkualitas , begitu banyak kita jumpai pemuda-pemuda di negara kita ini yang sering melakukan hal negatif yaitu hal yang bertentangan dengan suatu kewajiban yang harus dilakukan sebagai pemudasebagaimana mestinya .

Banyak pula kasus-kasus yang menyeret nama remaja sebagai pelaku maupun korban diantaranya kasus pemerkosaan di kalangan remaja , pergaulan bebas , penyalahgunaan narkotika , kehidupan malam , merokok , mabuk dan sebagainya , contoh diatas merupakan beberapa dari banyak contoh yang sering diberitakan di media cetak maupun media elektronik . 

Berikut merupakan faktor mengapa hal negatif tersebut dapat terjadi :

a. Kurang Dalam Mengendalikan Diri

Dalam hal ini kita melibatkan keluarga karena keluarga merupakan tempat awal seorang remaja membentuk karakter . Disini peran orang tua sangat mempengaruhi perkembangan remaja dalam mengendalikan diri , orang tua bukan hanya memberikan penjelasan tentang nilai sosial (baik buruknya suatu perbuatan) tapi juga memberikan suatu contoh perbuatan yang dapat dicontoh oleh remaja tersebut sehingga ketika remaja sudah berada dilingkup sosial yang lebih luas contohnya masyarakat , remaja tersebut akan terbiasa melakukan sama seperti apa yang dicontohkan oleh orang tuanya .

b. Kurang masa Bersama Keluarga

Meluangkan waktu sejenak untuk berkumpul bersama keluarga merupakan hal kecil yang mempengaruhi perkembangan remaja diluar karena pada saat seperti inilah masing-masing anggota keluarga menceritakan masalah kepada orang tua atau orang yang lebih tua didalam keluarga tersebut demi mendapat sebuah solusi yang benar . 

Karena banyak faktor remaja melakukan hal negatif adalah karena jarangnya meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dengan alasan orang tua bekerja dan sibuk dengan urusan lain , jika didiamkan begitu saja remaja tidak mendapat teman untuk menceritakan masalah yang dihadapinya sehingga remaja mencari jalan keluarnya sendiri yang menurutnya benar dan tak jarang dari keputusan itulah dapat mengorbankan orang lain . 


c. Masalah Ekonomi Keluarga

Keluarga miskin mungkin tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan pendidikan sempurna kepada anak , makanan dan minuman , tempat kediaman serta kesehatan yang memadai .

Faktor inilah yang mendorong remaja untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya atau mencuri milik orang lain untuk memenuhi kebutuhannya dan hal ini akan terus meningkat ke arah yang lebih ekstrim jika dibiarkan seperti menghilangkan nyawa orang lain demi suatu hal yang diinginkannya .


d. Pengaruh Teman Sebaya / Teman Sepermainan 

Dalam hal ini terletak dari masing-masing remaja dalam memilih teman karena ada beberapa teman yang membawa kepada hal yang positif dan ada juga teman yang membawa kepada hal-hal negatif , dibutuhkan kepandaian dari remaja dalam memilah-milih teman .

Teman ibarat sebuah virus yang mudah menyebar pada remaja , apabila teman tersebut memiliki kebiasaan melakukan hal negatif maka dapat terjadi kemungkinan kita dapat tertular dengan virusnya tersebut begitu juga sebalilknya  namun itu smeua kepada diri masing-masing apakah kita mampu mengedepankan prinsip kita .

Terkadang remaja memiliki kebimbangan saat menolak ajakan teman , bimbang karena harus mendahulukan yang mana antara keputusan dalam dirinya dan ajakan teman tersebut . Sudah dibahas sebelumnya bahwa seorang remaja yang baik dapat mendahulukan keputusan yang datang dari hatinya dan dapat menolak dengan baik ajakan teman yang menuju ke arah yang negatif .

Salah satu solusinya adalah dengan meluangkan waktu minimal sekali dalam seminggu untuk berkumpul bersama anggota keluarga dan memberikan keyakinan, keberanian, mewujudkan sikap positif terhadap masalah, emosi dan keputusan. Selain itu tingkatkan penghayatan remaja terhadap agama, nilai-nilai murni, motivasi, melatih anak cara bersopan, prinsip-prinsip akauntabiliti, tepati janji, berketerampilan, menunjukkan keperibadian yang mulia, amanah, sanggup menerima kelemahan diri serta mengetahui potensi anak.

B. SOSIALISASI 

Dalam hidup bermasyarakat sosialisasi sangat berpengaruh terhadap perkembangan seseorang khususnya remaja karena dalam melakukan sebuah sosialisasi terjadi proses pengenalan dimana proses pengenalan tersebut yang akan mejadikan seorang remaja itu mampu beradaptasi dengan lingkungannya .

Biasanya proses sosialisasi terjadi dilingkungan sebagai berikut : 

1. KELUARGA

Di lingkungan keluarga seseorang pasti bersosialisasi dengan anggota keluarga yang lain seperti ayah , ibu , kaka dan anggota keluarga lainnya dalam satu rumah . Masing-masing anggota keluarga memiliki peran dalam bersosialisasi terhadap anggota keluarga yang lain . Kita ambil contoh peran orang tua dalam perannya bersosialisasi dengan anak yaitu mendekati dan mencari tau apa yang menjadi kesukaannya , mengawasi dan mengendalikan dengan wajar apa yang dilakukannya , memberikan teguran jikalau apa yang dilakukan telah keluar dari koridor norma sosial dan memberikan pelajaran religi kepada remaja .

2. TEMAN BERMAIN 

Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam teman bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Puncak pengaruh teman bermain adalah masa remaja. Para remaja berusaha untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi kelompoknya itu berbeda dengan nilai yang berlaku pada keluarganya, sehingga timbul konflik antara anak dengan anggota keluarganya. Hal ini terjadi apabila para remaja lebih taat kepada nilai dan norma kelompoknya .




Selasa, 04 Desember 2012

MASALAH MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PERDESAAN


A.MASYARAKAT.
Masyarakat dalam bahasa inggris adalah society yang pengertiannya pada interaksi sosial, perubahan sosial,
dan rasa kebersamaan.istilah masyarakat di sebut pula sistem sosial.
masyarakat dapat mempunayai arti yang luas dan sempit dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan- hubungan dalam hidup bersama dan tidak di batasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.

B.MASYARAKAT PERKOTAAN
Sering di sebut urban cumunity, pengertian masyarakat perkotaan lebih di tekankan pada sifat kehidupannya serta ciri ciri kehidupanya.yang berbeda dengan masyarakat perdesaan.masyarakat kota tinggal di tengah - tengah kota, Gaya hidup individual, jalan pikiran yang rasional dan tidak terikat dengan norma tertentu.

C.MASYARAKAT PERDESAAN
Sekelompok orang yang hidup bersama dan berkerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat2 yang hampir sama ( homogen ) di suatu daeah atau wilayah tertentu.denga bermata pencarian dari sektor pertanian ( agraris ).

PERBEDAAN KOTA DAN DESA
1.jumlah dan kepadatan penduduk
2.lingkungan hidung
3.mata pencarian
4.corak kehidupan sosial
5.mobilitas sosial
6.pola intraksi sosial
7.strafikasi sosial
8.solidaritas sosial
9.kependudukan dalam hierarki administrasi nasional.

D.PERMASALAH YANG ADA DI KOTA
1.Konfllik 
2.kontroversi
3.dan persaingan

E.CIRI-CIRI kasus KEMISKINAN DI PERDESAAN
1.kurang infrastruktur yang memadai.
2.kuranganya penguasaan teknologi 
3.lemahnya sumber daya alam dan sumber daya  manusia di perdesaan.


Manfaat IPTEK bagi kemakmuran dan kesjahteraan masyarakat.


IPTEK adalah singkatan dari ilmu penegetahuan dan teknologi.

IPTEK adalah ilmu pengetahuan yang sangat berkaitan dengan teknologi, ini merupakan fondasi bagi teknologi sedangkan teknologi adalah tulang punggung pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK merupakan segi yang tidak dapat di kesampingkan dari kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

MANFAAT IPTEK

IPTEK memiliki pegaruh yang sangat besar terhadap pembangunan dan kemajuan teknologi dan ekonomi.menurut meristek ( menteri negara riset dan teknologi).Gustia mohammad hatta " IPTEK yang di kembangkan harus berdampak fositif bagi kehidupan manusia baik dalam peningkatan ilmu teknologi yang lebih maju maupun yang di butuhkan dalam kemajuan ekonomi.

Dia menagtakan, Manfaat IPTEK itu merupakan amanah dari konstitusi sehingga tidak dapat di tafsirkan sebagai pilihan antara mengembangkan teknologi maju atau menyejahterakan masyarakat.




Senin, 03 Desember 2012

masalah individu, keluarga dan masyarakat

A.Individu 
individu adalah suatu interaksi yang terjadi antara individu per individu atau perorangan.
permasalahan yang sering terjadi di ruang lingkup individu cendrung pada pengaruh lingkungan luar,permasalahan pribadi yang membuat individu tsb cendrung tertutup atau tidak terbuka dengan orang lain hal menyebabkan individu tersebut sulit bersosialisasi yang menyebabkan konflik sosial.

contoh masalah individu

1.membuat seseorang sulit untuk menerima keadaaan
2.membuat seseorang cendrung sensitif yang bisa menyebabkan pertengkaran baik itu masalah dengan keluarga, pacar, dan temen karena interaksi sosial dan menyebabkan perbedaan pendapat.

B.keluarga

keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang yang memiliki ikatan darah. permasalahan yang sering terjadi diruang lingkup keluarga cendrung ke permasalah komunikasi dan kesalahpahaman antar anggota keluarga yang menyebabakan perselisihanpun sering terjadi.

contoh masalah keluarga

1.terjadinya pertengkaran yang menyebabkan putusnya komunikasi dapat membuat ayah dan ibu bertengkar berkepanjangan yang sering menyebabkan perceraian di antar mereka. 
2.terjdinya kesalahpahamn antar kakak beradik jga sering terjadi karna perbedaan pendapat dan salah mengartikan suatu pendapat sering memicu persaudaraan terpecah.

C.masyarakat

masyarakat adalah sekelompo orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau terbuka, permasalahan sosial di dalam ruang lingkup masyarakat dapat merupakan masalah sosial yang dapat menyebabkan permasalahn di dalam ruang lingkup individu dan keluarga.
hal ini di sebabkan karena masyarakat memiliki pengaruh cukup besar terhadap ruang lingkup individu dan keluarga serta interaksi yang tidak baik juga dapat menyebabkan konflik sosial.

contoh masalah keluarga
1.pertengkaran antar kelompok yang terjadi karena perbedaan paham idiologi.
2.peertengkaran antar warga seperti yang terjadi di lampung selatan.,pertengkaran terjadi karena kasus pelecehan sosial.